Saya Kembali
Lagi-lagi suara rintik hujan menarikku untuk mengingatnya. "Ya, aku sudah kembali, kembali normal menjadi aku yang sesungguhnya" ucapku. Hallo. Aku sudah kembali berdiri. Sudah kembali bisa menopang rasa sakit ini sendiri. Tidak usah khawatir. Aku pikir dahulu aku akan terus terusik dengan awan mendung tentang kamu. Ternyata, meratapi tak kunjung membuatnya cerah kembali malah semakin mendung nan menghitam. Kemudian kemunafikan berbicara, "kamu tidak akan bisa setegar ini jika kamu tidak merasakan jatuh teruyung-uyung dahulu. Berterimakasihlah" Hahahahaha. Ragu untuk mengakuinya, aku merasa bersyukur telah mencicipi pahitnya menyayangi dengan tulus lalu dicampakan. Lalu dengan begitu aku lebih mengenali mana-mana saja yang datang hanya untuk menyakiti. Aku pernah merasakan bagaimana jatuh mendalam, sakit tidak karuan. Hal nya karena aku terlalu berekspektasi lebih terhadap orang yang aku sayangi, hingga tiba saat ia memutuskan untuk pergi, aku yang rapuh....