Posts

Showing posts from 2016

Terimakasih Jarak

Malam kemarin sesudah kamu singgah, aku berhasil berimajinasi lagi. Tepatnya ketika aku memandangi setiap sudut yang dapat aku lihat ketika duduk bersebelahan denganmu. Ditemani juga segelas teh manis panas beserta cemilan yang sama sekali enggan kamu colek. Lalu redupnya lampu halaman rumahku berhasil menambah nakal imajinasiku. Entah kapan rasanya aku lupa kita bisa bercerita tanpa batas seperti ini, bercanda-tawa sepuasnya tanpa halangan, saling melontarkan senyuman manja ketika sudah tidak ada percakapan yang bisa dilanjutkan, apalagi ketika aku dan kamu sudah memiliki seseorang yang mengikat, lagi-lagi kita hanya tinggal jarak. Batas pemisah antara aku dan kamu. Sejujurnya aku rindu. Ruang pembatas ini telah berhasil membuat aku menyimpan jarak. Entah apa yang aku takutkan, tapi jarak ini ialah pilihan tepat untuk menjaga kamu. Awalnya pun aku berhasil menunda jarak, tapi yang terjadi hanyalah sakit. Banyak sekali faktor yang aku cemaskan, mungkin itu yang berhasil membuat...

Saya Kembali

Lagi-lagi suara rintik hujan menarikku untuk mengingatnya. "Ya, aku sudah kembali, kembali normal menjadi aku yang sesungguhnya" ucapku. Hallo. Aku sudah kembali berdiri. Sudah kembali bisa menopang rasa sakit ini sendiri. Tidak usah khawatir. Aku pikir dahulu aku akan terus terusik dengan awan mendung tentang kamu. Ternyata, meratapi tak kunjung membuatnya cerah kembali malah semakin mendung nan menghitam. Kemudian kemunafikan berbicara, "kamu tidak akan bisa setegar ini jika kamu tidak merasakan jatuh teruyung-uyung dahulu. Berterimakasihlah" Hahahahaha. Ragu untuk mengakuinya, aku merasa bersyukur telah mencicipi pahitnya menyayangi dengan tulus lalu dicampakan. Lalu dengan begitu aku lebih mengenali mana-mana saja yang datang hanya untuk menyakiti. Aku pernah merasakan bagaimana jatuh mendalam, sakit tidak karuan. Hal nya karena aku terlalu berekspektasi lebih terhadap orang yang aku sayangi, hingga tiba saat ia memutuskan untuk pergi, aku yang rapuh....