Saya Kembali

Lagi-lagi suara rintik hujan menarikku untuk mengingatnya.

"Ya, aku sudah kembali, kembali normal menjadi aku yang sesungguhnya" ucapku.

Hallo. Aku sudah kembali berdiri. Sudah kembali bisa menopang rasa sakit ini sendiri. Tidak usah khawatir.
Aku pikir dahulu aku akan terus terusik dengan awan mendung tentang kamu. Ternyata, meratapi tak kunjung membuatnya cerah kembali malah semakin mendung nan menghitam.

Kemudian kemunafikan berbicara, "kamu tidak akan bisa setegar ini jika kamu tidak merasakan jatuh teruyung-uyung dahulu. Berterimakasihlah"

Hahahahaha.
Ragu untuk mengakuinya, aku merasa bersyukur telah mencicipi pahitnya menyayangi dengan tulus lalu dicampakan. Lalu dengan begitu aku lebih mengenali mana-mana saja yang datang hanya untuk menyakiti.
Aku pernah merasakan bagaimana jatuh mendalam, sakit tidak karuan. Hal nya karena aku terlalu berekspektasi lebih terhadap orang yang aku sayangi, hingga tiba saat ia memutuskan untuk pergi, aku yang rapuh.
Pernah juga aku yang memutuskan pamit lebih awal dalam suatu ikatan. Wajar. Tapi tak jarang membuat aku terus merasa bersalah karena telah memupuskan harapan yang telah ia rangkai bersamaku.

Tapi itu dahulu, sekarang aku sudah bisa berdiri tanpa melupakan yang sudah-sudah tapi menjadikannya sebuah pelajaran yang sangat berarti untuk memulai kembali.

Lalu hatiku berbisik, "jangan terlalu menutupnya rapat-rapat, banyak yang ingin masuk dengan tulus tapi kamu usir. Kamu tidak perlu seperti itu, berjaga-jaga saja sudah cukup tidak usah menutupnya hingga rapat"

Sesekali aku tengok hati yang tak jarang ingin seseorang menjenguknya ini, rapih dan baik ku pikir. Aku kira masih berantakan, masih ada sisa puing-puing retak itu. Ternyata sudah tidak ada. Baik semuanya.

Aku akan menjaganya sebaik yang ku bisa. Tidak akan ku biarkan kembali retak atau mungkin hancur (lagi).

Pesan untuk yang sedang jatuh teruyung-uyung:
Nikmatilah, ikuti kemana alur itu akan berlabuh nantinya. Apakah berdiri ditengah sakitnya patah hati? Apakah dirangkul kembali? Atau mungkin kedatangan yang dapat menyusun kembali puing-puing yang sudah hancur tersebut? Santai, kalau di nikmati semuanya jadi indah.

"Ketika siap jatuh cinta, maka siap jugalah jatuh untuk sakit"

Comments

Popular posts from this blog

Malam

Petang Kamu Harus Tau