Malam
Malam, biarkan dia larut bersama dinginmu, bersama dengan semua harapanku. Biarkan semua lenyap perlahan.
Malam, izinkan dia pergi beriringan dengan arahmu, dengan semua cerita singkatku. Biarkan semua hilang perlahan.
Malam, beritahu dia tentang malam ini, malam yang begitu amat sangat pelik aku hadapi. Biarkan semua ini dia tahu perlahan.
Malam, dengarkanlah isi hatiku saat ini.
Seandainya boleh, izinkanlah aku untuk melepas namanya dari pikiranku. Aku ‘tak berhak atas semua ini, semua hayalku teralu pelik tentangnya. Bantu aku beritahu semua tentang kenyataan ini terhadap otak dan hatiku. Mengapa mereka selalu menolak ketika aku meyakinkan bahwa dia sama sekali tidak memperdulikanku, terlebih otak dan hatiku semakin mengandai-andai. Perbolehkanlah dia mengetahui tentang hancurnya semua harapku bersamanya. Agar dia mengerti artinya menghargai.
Mengapa perasaan ini enggan pergi? Sekalinya otak dan hati ini tahu bahwa ada banyak orang yang lebih dia perdulikan. Mengapa perasaan ini terus mengusik? Sekalinya otak dan hati ini tahu bahwa disekelilingnya terdapat begitu banyak orang yang menyayanginya. Mengapa perasaan ini enggan bosan untuk terus mengobrak-abrik? Sekalinya otak dan hati ini tahu bahwa hayalku ini tak akan pernah indah nantinya. Dan mengapa perasaan ini berjalan terus-menerus tanpa henti?
Seharusnya aku tidak ceroboh untuk tidak membiarkan perasaan ini tumbuh begitu baik. Seharusnya aku dapat memilah manakah yang harus aku pertahankan dalam hati dan pikiranku. Bukan seperti perasaan yang aku sedang geluti ini. Perasaan yang semestinya aku tidak dapatkan. Dan akhirnya sulit untuk aku lepaskan.
Mungkin jika perasaan ini tidak menimbulkan kejanggalan seperti ini aku ‘tak apa. Namun halnya lain, perasaan ini menimbulkan janggal yang teramat sangat. Sehingga membuat aku tidak tahan akan perasaan yang rumit ini. Membuat yang semuanya baik menjadi buruk, merubah yang awalnya tawa menjadi diam, memperkeruh yang tadinya dekat menjadi jarak dan mempersulit yang tadinya sulit menjadi sangat sulit.
Jika boleh, izinkalah aku untuk merubah ini semua. Membiarkan yang aku punya sekarang ataupun dahulu terbuang ataupun ‘tak pernah terjadi sekalipun. Toh akhirnya sekarang aku harus dengan susah payah membuang semua angan ini dan berusaha menjernihkan suasana yang semakin bergejolak dan menyudutkan perasaanku.
Akhirnya setelah aku melepas semua perasaan yang awalnya melekat pada otak dan hatiku, ‘tak banyak yang berubah. Hanya jarak yang semakin jauh yang aku rasakan. Betapa bodoh dan cerobohnya aku, membiarkan semua yang telah indah menjadi buruk seperti ini. Mengapa dahulu aku tidak berfikir jauh seperti ini? Sehingga tidak akan pernah terjadi hal seperti. Penyesalan, ya memang betul itu yang terasa sekarang. Halnya, aku hanya ingin memperbaiki suasana yang keruh ini. Baru saja kemarin, sekarang sudah hancur, besok bagaimana?
Ku titipkan saja semua pada malam,
Satu persatu akan malam ceritakan kepadanya,
Melalui bintang yang indah,
Dan bulan yang menawan.
Comments
Post a Comment