"antara nyaman dan takut kecewa"
Hari baik yang tadi, dan rasa senang. Terimakasih. Aku suka kamu. Kau tau, itu akan selalu. -Pidi Baiq Obrolan yang tidak terduga sebelumnya membuat kita tenggelam dalam kenyamanan. Entah aku yang terlalu perasa, ataupun kamu juga. Dan aku kira, ini hanya ketidaksengajaan yang biasa. Namun nyatanya, semua ini berjalan dengan indah dan 'tak biasa. Aku selalu menahan perasaan, walaupun sesekali aku sering membiarkannya lepas begitu saja. Aku selalu menasehati hati untuk tidak terlalu cepat menilai semua tentang ini, tentang kita yang sepertinya semakin dekat. Sebenarnya aku hanya takut sakit lagi, takut jatuh lagi. Aku malas jika harus menggeluti rasa sakit. Maka 'tak banyak aku menyisipkan sebagian do'a yang aku pinta untuk sekedar memberi jalan kemana hatiku harus melangkah. Apakah tetap mempertahankan kita yang semakin dekat ini? Ataukah berhenti untuk tidak mengikuti arah kedekatan ini. Pikiranku sepakat untuk menyerahkan semuanya pada waktu. Hatiku pun begit...